Trombosis adalah salah satu penyakit paling serius dalam hidup. Dengan penyakit ini, pasien dan teman-temannya akan mengalami gejala seperti pusing, lemas di tangan dan kaki, serta sesak dan nyeri dada. Jika tidak diobati tepat waktu, akan sangat membahayakan kesehatan pasien dan teman-temannya. Oleh karena itu, untuk penyakit trombosis, sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan yang biasa dilakukan. Jadi bagaimana cara mencegah trombosis? Anda dapat memulai dari aspek-aspek berikut:
1. Minum lebih banyak air: kembangkan kebiasaan baik minum lebih banyak air dalam kehidupan sehari-hari. Minum air dapat mengurangi konsentrasi darah, sehingga efektif mencegah pembentukan bekuan darah. Dianjurkan untuk minum setidaknya sekitar 1 liter air setiap hari, yang tidak hanya bermanfaat untuk sirkulasi darah, tetapi juga mengurangi viskositas darah, sehingga efektif mencegah terjadinya trombosis.
2. Tingkatkan asupan lipoprotein densitas tinggi (HDL): Dalam kehidupan sehari-hari, asupan HDL terutama penting karena HDL tidak menumpuk di dinding pembuluh darah, dan dapat melarutkan lipoprotein densitas rendah (LDL), sehingga darah menjadi lebih lancar, dan dapat mencegah pembentukan bekuan darah dengan lebih baik. Makanan yang mengandung HDL lebih umum ditemukan: kacang hijau, bawang bombai, apel, dan bayam, dan sebagainya.
3. Berolahraga lebih banyak: Olahraga yang tepat tidak hanya dapat mempercepat sirkulasi darah, tetapi juga membuat viskositas darah menjadi sangat encer, sehingga tidak akan terjadi adhesi, yang dapat mencegah pembekuan darah. Olahraga yang lebih umum meliputi: bersepeda, senam, jogging, dan Tai Chi.
4. Kendalikan asupan gula: Untuk mencegah pembentukan bekuan darah, selain mengendalikan asupan lemak, perlu juga mengendalikan asupan gula. Hal ini terutama karena gula diubah menjadi lemak dalam tubuh, meningkatkan viskositas darah, yang dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah.
5. Pemeriksaan rutin: Penting untuk mengembangkan kebiasaan baik pemeriksaan rutin dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi sebagian orang paruh baya dan lanjut usia yang rentan terhadap penyakit trombosis. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan setahun sekali. Jika Anda menemukan gejala pembekuan darah, Anda dapat segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit trombosis relatif serius, tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya trombosis paru, tetapi juga dapat menyebabkan infark paru. Oleh karena itu, pasien dan kerabat harus memperhatikan penyakit trombosis, selain secara aktif menerima pengobatan. Pada saat yang sama, dalam kehidupan sehari-hari, sangat penting bagi pasien dan kerabat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan di atas untuk mengurangi terjadinya trombosis.
Kartu nama
WeChat versi Tiongkok