Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang koagulasi?


Penulis: Succeeder   

Dalam kehidupan, manusia pasti akan mengalami benturan dan luka dari waktu ke waktu. Dalam keadaan normal, jika beberapa luka tidak diobati, darah akan secara bertahap membeku, menghentikan pendarahan dengan sendirinya, dan akhirnya meninggalkan kerak darah. Mengapa demikian? Zat apa yang berperan penting dalam proses ini? Selanjutnya, mari kita jelajahi pengetahuan tentang pembekuan darah bersama-sama!

Seperti yang kita ketahui, darah terus bersirkulasi di dalam tubuh manusia di bawah dorongan jantung untuk mengangkut oksigen, protein, air, elektrolit, dan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan normal, darah mengalir di dalam pembuluh darah. Ketika pembuluh darah rusak, tubuh akan menghentikan pendarahan dan pembekuan melalui serangkaian reaksi. Koagulasi dan hemostasis normal tubuh manusia terutama bergantung pada struktur dan fungsi dinding pembuluh darah yang utuh, aktivitas normal faktor koagulasi, serta kualitas dan kuantitas trombosit yang efektif.

1115

Dalam keadaan normal, trombosit tersusun di sepanjang dinding bagian dalam kapiler untuk menjaga integritas dinding pembuluh darah. Ketika pembuluh darah rusak, kontraksi terjadi terlebih dahulu, membuat dinding pembuluh darah di bagian yang rusak saling berdekatan, mengecilkan luka dan memperlambat aliran darah. Pada saat yang sama, trombosit menempel, menggumpal, dan melepaskan isinya di bagian yang rusak, membentuk trombus trombosit lokal, yang menyumbat luka. Hemostasis pembuluh darah dan trombosit disebut hemostasis awal, dan proses pembentukan gumpalan fibrin di lokasi cedera setelah aktivasi sistem koagulasi untuk menyumbat luka disebut mekanisme hemostasis sekunder.

Secara spesifik, koagulasi darah mengacu pada proses di mana darah berubah dari keadaan mengalir menjadi keadaan gel yang tidak mengalir. Koagulasi berarti serangkaian faktor koagulasi diaktifkan secara berurutan melalui enzimolisis, dan akhirnya trombin terbentuk untuk membentuk gumpalan fibrin.Proses koagulasi seringkali melibatkan tiga cara, yaitu jalur koagulasi endogen, jalur koagulasi eksogen, dan jalur koagulasi umum.

1) Jalur koagulasi endogen dimulai oleh faktor koagulasi XII melalui reaksi kontak. Melalui aktivasi dan reaksi berbagai faktor koagulasi, protrombin akhirnya diubah menjadi trombin. Trombin mengubah fibrinogen menjadi fibrin untuk mencapai tujuan pembekuan darah.

2) Jalur koagulasi eksogen mengacu pada pelepasan faktor jaringan sendiri, yang membutuhkan waktu singkat untuk koagulasi dan respons yang cepat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jalur koagulasi endogen dan jalur koagulasi eksogen dapat saling mengaktifkan dan saling mempengaruhi.

3) Jalur koagulasi umum mengacu pada tahapan koagulasi umum dari sistem koagulasi endogen dan sistem koagulasi eksogen, yang terutama meliputi dua tahapan yaitu pembentukan trombin dan pembentukan fibrin.

 

Yang disebut hemostasis dan kerusakan pembuluh darah, yang mengaktifkan jalur koagulasi eksogen. Fungsi fisiologis jalur koagulasi endogen saat ini belum begitu jelas. Namun, sudah pasti bahwa jalur koagulasi darah endogen dapat diaktifkan ketika tubuh manusia bersentuhan dengan bahan buatan, yang berarti bahwa bahan biologis dapat menyebabkan koagulasi darah di dalam tubuh manusia, dan fenomena ini juga telah menjadi hambatan utama bagi implantasi perangkat medis di dalam tubuh manusia.

Kelainan atau hambatan pada faktor koagulasi atau mata rantai apa pun dalam proses koagulasi akan menyebabkan kelainan atau disfungsi pada seluruh proses koagulasi. Dapat dilihat bahwa koagulasi darah adalah proses yang kompleks dan rumit dalam tubuh manusia, yang memainkan peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup kita.